ANSWERS IN GENESIS CONFERENCE INDONESIA 2017 – Part 1

AiG Conference 2017Berkat anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, Answers Academy Indonesia (AAI) telah selesai mengadakan Answers in Genesis Conference Indonesia 2017 dari tanggal 13 – 21 September 2017. Conference ini didukung penuh oleh Answers in Genesis (AiG), US, dengan mengirimkan dua orang pembicara dari US, yaitu David Chakranarayan, AiG Director of International Outreach dan Dr. Andrew SnellingAiG Director of Research, yang juga seorang PhD dalam bidang Geologi. Dengan tema “FIND THE ANSWERS OF THE SCEPTICAL QUESTIONS OF THIS AGE”, kedua pembicara akan menyampaikan materi pengajaran di 7 kota di Indonesia, yaitu Salatiga, Solo, Semarang, Jakarta, Lawang, Surabaya dan Bandung.

Di setiap kota, David Chakranarayan menyampaikan materi tentang Relevansi Kitab Kejadian dan Injil, yaitu memberikan jawaban tentang hubungan pemahaman Kitab Kejadian dengan Injil dan karakter Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan Sang Penebus dan Tuhan Sang Pencipta, dan juga menjelaskan pentingnya memahami bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dalam waktu 6 hari x 24 jam serta menjelaskan asal mula munculnya pandangan jutaan tahun di dalam Kitab Kejadian.

Sedangkan Dr. Andrew Snelling, menyampaikan materi tentang Banjir Nuh, Bahtera Nuh dan Umur Bumi, yaitu menjelaskan bahwa apabila kita menempatkan Alkitab sebagai ‘starting point‘, khususnya bahwa Banjir Nuh benar-benar terjadi secara global, maka kita akan melihat lapisan batuan dan fosil yang ada di sekitar kita saat ini, konsisten dengan pemahaman tersebut. Dr. Snelling juga menjelaskan bahwa umur bumi tidak dapat ditentukan dengan menggunakan metode radiometrik, karena metode tersebut menggunakan asumsi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dikarenakan para ilmuwan yang mengukurnya tidak ada dan tidak selalu ada pada saat masa peluruhan terjadi, sehingga tidak dapat memastikan kebenaran dari asumsi yang dipergunakan.

Sebagai kesimpulan, kedua pembicara menekankan pentingnya bagi setiap umat Kristen untuk memiliki Biblical Worldview yang benar, yaitu cara pandang dunia berdasarkan Alkitab mulai dari Kejadian sampai Wahyu, dan dalam hal ini untuk memiliki pemahaman Kitab Kejadian secara literal sebagai sejarah penciptaan alam semesta dan manusia, karena Kitab tersebut ditulis oleh Tuhan sendiri yang sudah ada sebelum alam semesta diciptakan dan selalu ada selamanya. Sehingga dengan memiliki pandangan yang benar bersumber dari Alkitab, maka dunia di sekitar kita akan sejalan dengan Firman Tuhan. Dan perlu ditekankan bahwa baik pelayanan AAI maupun AiG tidak pernah bermaksud membuktikan kebenaran Alkitab dengan mengunakan ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan berasal dari pemikian manusia yang terbatas sebagai manusia berdosa, dan tidak akan pernah dapat memahami kebenaran absolut Firman Tuhan yang di atas segalanya.

Pada akhirnya, tujuan utama diadakannya conference ini adalah untuk memperlengkapi jemaat Kristus untuk memiliki Biblical Worldview yang benar, untuk dapat menjawab setiap pertanyaan tentang iman pengharapan mereka (1 Petrus 3:15), khususnya dari Kitab Kejadian Pasal 1-11 sebagai asal usul alam semesta dan manusia, sehingga dapat mengabarkan Injil Yesus Kristus dengan lebih efektif.

Berikut ini adalah penjelasan tentang pelaksanaan AiG Conference Indonesia 2017 di 7 kota di Indonesia.

Salatiga, Jawa Tengah

IMG-20170913-WA0004
Tim AiG mendarat di kota Semarang

Kota pertama yang didatangi oleh tim AiG adalah kota Salatiga. Pada tanggal 13 September 2017, Tim  AiG dengan didampingi oleh Dicky Sudrajad dan Tjahyadi dari Answers Academy Indonesia, mendarat di kota Semarang untuk kemudian langsung melanjutkan perjalanan darat ke kota Salatiga, Jawa Tengah.
Di kota Salatiga, tim AiG Conference Indonesia diterima di Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala. Kedua pembicara menyampaikan materi pengajaran yang diterjemahkan oleh Dicky Sudrajad kepada 98 orang mahasiswa dan mahasiswi STT Sangkakala.

Respon dari mahasiswa dan mahasiswi STT Sangkakala sangat positif, dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang belum dapat terjawab dikarenakan waktu untuk sesi tanya jawab sudah habis. Dan kemudian banyak mahasiswa dan mahasiswi yang meminta kartu nama AAI untuk menyampaikan pertanyaan mereka secara langsung. Salah seorang mahasiswa bahkan menyampaikan bahwa penjelasan seperti ini belum pernah mereka dapatkan sebelumnya dan sangat membantu mereka untuk memahami berbagai bentuk worldview yang muncul saat ini.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan tanda terima kasih kepada pimpinan STT Sangkakala, yang diwakili oleh Puket 1 Bidang Akademik, Bapak Fibry Jati Nugroho S.Th., M.Si. Keseluruhan acara di Salatiga dapat terlaksana dengan baik oleh karena bantuan network AAI di Salatiga, yaitu saudara Albert Hananto Prasetyo sebagai alumni dan saudara Ayub Warjianto yang masih berkuliah di STT Sangkakala.

Solo, Jawa Tengah

Pada tanggal 14 September 2017, tim kemudian melanjutkan perjalanan darat ke kota Solo, Jawa Tengah. Tim AiG Conference diterima oleh Sekolah Kristen Pelita Nusantara Kasih, dengan diwakili oleh Bapak Yohanes Ong sebagai Headmaster SKPNK Solo. Beliau yang sebelumnya telah mengikuti seminar AAI pada bulan Februari 2017, menyediakan diri sebagai tuan rumah AiG Conference di Solo, karena melihat bahwa sangat penting bagi setiap sekolah Kristen untuk memiliki Biblical Worldview yang benar.

Sebelum pelaksanaan seminar utama, pada siang harinya SKPNK mengadakan sesi khusus mengenai ‘Biblical Worldview Integration‘ yang disampaikan oleh Director AAI, Dicky Sudrajad dihadiri oleh beberapa perwakilan guru dari beberapa sekolah Kristen di Solo, dan juga dihadiri oleh perwakilan pimpinan Bimas Kristen kota Solo, Bapak Dwi Kuncoro, S.Th.

Dalam sesi tersebut, Dicky menjelaskan tentang aplikasi integrasi cara pandang menurut Alkitab, ke dalam setiap mata pelajaran di sekolah. Dicky juga menjelaskan mengenai penggunaan materi kurikulum ‘Answers Bible Curriculum dari AiG, yaitu pembelajaran Alkitab secara kronologi dan apologetika secara simultan bagi setiap tingkat usia, untuk dapat digunakan sebagai materi pelajaran Agama di Sekolah Kristen.

Sambutan dari para peserta cukup baik, terutama dari Bapak Yohanes Ong sendiri, yang berencana akan bekerja sama dengan AAI untuk memperlengkapi para guru SKPNK agar dapat mengintegrasikan Biblical Worleview secara benar, dan juga untuk mengatur penggunaan materi ‘Answers Bible Curriculum’ untuk siswa di setiap tingkat di SKPNK.

Pada sore harinya, seminar utama dilaksanakan di Paragon Convention Center, Solo dengan dihadiri oleh sekitar 60 peserta, yang terdiri dari para guru sekolah Kristen, perwakilan dari sekolah teologi, dari gereja dan juga dari luar kota solo, yaitu dari Sekolah Kristen Lentera Ambarawa, yang telah mengikuti seminar AAI sebelumnya pada bulan Februari 2017.

Sesi berlangsung dengan penuh antusiasme, khususnya pada sesi tanya jawab, dimana muncul pertanyaan menarik tentang kapankah Dinosaurus diciptakan dan apakah Dinosaurus masuk ke dalam Bahtera Nuh? Lalu apabila demikian, bagaimanakah Dinosaurus yang dikatakan sebagai ‘pemakan daging‘ dapat hidup bersama manusia? Jawaban dari Tim pembicara adalah bahwa dengan menjadikan Alkitab sebagai sumber jawaban, maka Dinosaurus sebagai binatang darat diciptakan di hari ke-6 dan yang masuk ke dalam bahtera Nuh adalah dinosaurus yang masih berukuran kecil yang masih akan dapat berkembang biak setelah keluar dari Bahtera Nuh. Dan sebelum kejatuhan manusia dalam dosa, Dinosaurus dan manusia dapat hidup bersama-sama, karena sesuai dengan Kejadian 1:29-30, Tuhan memberi makan sayuran baik untuk manusia maupun semua binatang.

Sesi kemudian diakhiri dengan penyerahan tanda terima kasih dari kedua belah pihak, yaitu AAI dan SKPNK. Suksesnya sesi di kota Solo tidak lepas dari kerja keras Sdri. Veronika Fiani Setiawan sebagai perwakilan AAI di kota Solo, yang sebelumnya juga telah banyak membantu AAI dalam menerjemahkan materi AiG ke dalam bahasa Indonesia.

Semarang, Jawa Tengah

Tanggal 15 September 2017, tim AiG Conference Indonesia melanjutkan perjalanan darat ke kota Semarang, sebelum di hari yang sama akan terbang ke Jakarta. Di kota Semarang, tim diterima oleh Sekolah Kristen Tritunggal, yang diwakili oleh Executive Director Sekolah Kristen Tritunggal, Bapak Guntur H. Luhur.

Sesi di Semarang dihadiri oleh sekitar 70 orang peserta dimana sebagian besar terdiri dari para guru dan pimpinan Sekolah Tritunggal, ditambah para guru dari sekolah Kristen lain dan juga perwakilan STT di Semarang. Peserta begitu antusias mendengarkan sesi yang disampaikan oleh kedua pembicara dari AiG.

Salah seorang peserta yang pernah mengikuti program Sekolah Teologi dan saat ini mengajar Fisika di salah satu Sekolah Kristen di Semarang, pada saat istirahat menyampaikan banyak pertanyaan secara pribadi tentang konflik antara ilmu pengetahuan dan Alkitab, dimana sebenarnya adalah merupakan peperangan worldview. Muncul juga pendapat dari seorang peserta lainnya yang menyatakan kebimbangannya, bahwa pandangan tentang penciptaan ini terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Namun sesuai dengan kesimpulan yang disampaikan oleh Dr. Snelling dalam setiap sesinya, bahwa mengenai asal mula dan penciptaan alam semesta & manusia, kita sudah SEHARUSNYA percaya pada apa yang dikatakan Tuhan di dalam Firman-Nya, karena Tuhan Yang Maha Kuasa sudah ada sebelum dunia diciptakan, tidak pernah salah dan tidak pernah berbohong, dan BUKAN percaya pada pandangan para ilmuwan yang jatuh dalam dosa, yang seringkali melakukan kesalahan, seringkali berbohong, dan yang lebih penting lagi, tidak ada seorang ilmuwan-pun yang sudah ada pada saat bumi diciptakan.

Sesi kemudian ditutup dengan foto bersama dengan para pimpinan Sekolah Kristen Tritunggal dan seluruh peserta. Berlangsungnya sesi di Semarang tidak lepas dari kerja keras Ibu Rita dan Ibu Deasy Andriani dari Sekolah Kristen Tritunggal yang telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Di dalam artikel AiG Conference Indonesia 2017 – Part 2 akan dituliskan kelanjutan perjalanan tim AiG dan AAI ke 4 kota selanjutnya, yaitu Jakarta, Lawang, Surabaya dan Bandung.