Answers in Genesis Conference 2016 – Bandung, Indonesia

Dalam rangkaian pelayanannya ke Asia, pada tanggal 3-6 Juni 2016, tim Answers in Genesis (AiG) dari USA datang ke Indonesia setelah sebelumnya melayani di Korea Selatan dan Malaysia. Pelayanan ke Indonesia ini adalah untuk pertama kali bagi tim AiG dan mereka melihat adanya kebutuhan yang cukup besar bagi jemaat Kristus di Indonesia untuk diperlengkapi dalam pemahaman yang mendasar tentang kebenaran Firman Tuhan dari kitab Kejadian. Kitab Kejadian yang merupakan landasan dari doktrin-doktrin Alkitab, merupakan bagian dari Alkitab yang seringkali mendapatkan serangan dari dunia sekuler, khususnya dari sisi ilmu pengetahuan dan sains. Dan tanpa kita sadari, banyak generasi muda yang begitu kritis, mulai meragukan iman mereka karena mereka tidak memiliki landasan yang kuat saat menghadapi serangan tersebut.¬†Untuk itu, dalam kunjungannya ke Indonesia, Answers in Genesis¬†dengan Answers Academy Indonesia bersama-sama mengadakan seminar dengan tema “Answers for Life: Going Back to the Origin”, yang ditujukan baik untuk para pemimpin gereja dan pemimpin sekolah Kristen maupun untuk jemaat Kristus secara umum.

Seminar untuk para pemimpin gereja dan sekolah Kristen diadakan pada tanggal 3 & 4 Juni 2016 dan dihadiri oleh lebih dari 80 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Seminar tersebut dibuka oleh Dicky Sudrajad, MSc. dari Answers Academy Indonesia dengan menjelaskan mengenai apa dan siapa Answers in Genesis dan mengapa sangat dirasa perlu untuk membawa pelayanan AiG ke Indonesia. Berikutnya, sesi pertama dengan tema “Genesis and the Gospel” disampaikan oleh Steve Ham, MDiv, Senior Director of Outreach – Answers in Genesis.

Steve Ham - Leaders Meeting

Steve Ham menyampaikan bahwa pemahaman Kitab Kejadian secara literal, khususnya Kitab Kejadian Pasal 1 – 11, merupakan hal yang mendasar dari iman umat Kristen.

Sementara di dunia entertainment, bahkan dalam kurikulum sekolah, informasi-informasi disampaikan yang mempertanyakan kebenaran Alkitab, khususnya dari Kitab Kejadian tentang penciptaan, tentang banjir global, dan peristiwa historikal lainnya, yang dianggap bertentangan dengan pandangan tentang jutaan tahun dan evolusi.

Tuhan Yesus sendiri banyak mengutip dari Kitab Kejadian dalam pengajaran-Nya. Doktrin tentang dosa, pengajaran tentang manusia diciptakan pria dan wanita, dan doktrin tentang pernikahan antara pria dan wanita, semua diambil dari Kitab Kejadian. Pemahaman akan doktrin-doktrin tersebut akan terguncang saat jutaan tahun dianggap sebagai suatu kebenaran. Karena apabila jutaan tahun itu benar, maka doktrin bahwa kematian adalah akibat dari dosa akan menjadi runtuh, karena berarti sudah ada kematian sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Kabar baik Injil Yesus Kristus akan bernilai apabila kabar buruk bahwa semua manusia, yaitu keturunan Adam dan Hawa, bukan akibat proses evolusi, jatuh ke dalam dosa (Roma 3:23). Di sinilah Answers in Genesis melihat pentingnya Apologetika Penciptaan untuk dijadikan bagian dari pengajaran di setiap gereja.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Bapak Ali Salim, dosen dari Sekolah Tinggi Teologi Aletheia yang menyampaikan bagaimana doktrin penciptaan dari Kitab Kejadian menjadikan dasar dari desain Tuhan tentang hubungan pria dan wanita dalam pernikahan.
Ali Salim1Tanpa adanya dasar pemahaman yang benar tentang desain Tuhan bahwa manusia diciptakan pria dan wanita, dan juga hubungan intim antara pria dan wanita ditentukan dalam sebuah pernikahan, maka kita melihat penyimpangan yang terjadi saat ini.
Penyimpangan-penyimpangan seksual yang terjadi di sekitar kita, tidak akan terjadi apabila manusia kembali kepada desain mula-mula Tuhan, yang didasarkan dari Kitab Kejadian pasal 1 dan 2.

Leaders Meeting Answers in Genesis Conference ini ditutup dengan sesi tentang Astronomi, yaitu tentang Apakah Big Bang Alkitabiah, yang disampaikan oleh Dr. Danny Faulkner dari Answers in Genesis.
DannyDanny menjelaskan bahwa beberapa kali pemahaman manusia dicoba untuk dimasukkan untuk memahami kebenaran Firman Tuhan.
Danny menyampaikan bagaimana teori kosmologi dimasukkan ke dalam proses penciptaan alam semesta, termasuk pandangan bahwa Big Bang mengawali terbentuknya alam semesta. Pertanyaan yang harus diajukan adalah apakah Big Bang itu benar-benar terjadi dan apakah Big Bang itu Alkitabiah. Penemuan astrofisika dan pemahaman tentang alam semesta, termasuk penglihatan melalui Teropong Hubble, semakin dapat dibuktikan bahwa kedua hal tersebut tidak benar. Struktur alam semesta saat ini menunjukkan bahwa tidak mungkin Big Bang terjadi dan bahwa Big Bang adalah tidak Alkitabiah.

Peserta Leaders Meeting selanjutnya hadir kembali di hari berikutnya di tanggal 4 Juni 2016 yang merupakan pembahasan bersama untuk menerapkan kebenaran yang diterima dari seminar ini di setiap area pelayanan dari setiap leaders yang hadir di seminar ini.