2nd All Asian Creation Conference – Live Report (Part 2)

Puji Tuhan, Indonesia diberi kesempatan untuk dapat menyampaikan presentasi dalam 2nd All Asian Creation Conference di Korea Selatan. Dalam konferensi ini, Indonesia diwakili oleh Dicky Sudrajad, MSc dari Answers Academy Indonesia dan dosen dari STT Aletheia, Ali Salim, SE, M.A., M.T.S.

Jpeg
Dari kiri: Dicky & Ali bersama mahasiswa Indonesia di Korea Selatan

Ali Salim menyampaikan 2 presentasi dalam konferensi ini. Yang pertama adalah “Rubik Cube and Creation, A Modern Teleological Argument”. Dalam presentasi tersebut Ali Salim menyampaikan bahwa probabilitas untuk pembentukan DNA dari makhluk sederhana menjadi makhluk yang kompleks adalah lebih tinggi daripada probabilitas penyelesaian rubik cube 3x3x3. Dan beliau menjelaskan bahwa rubik cube tersebut tidak akan pernah bisa diselesaikan secara random. Hal ini membuktikan bahwa DNA tidak akan mungkin dibentuk secara random, tapi harus melalui proses desain, yaitu oleh Tuhan Yesus sang Pencipta.

Presentasi kedua yang beliau sampaikan berjudul “How a Presupposition Affect Some Palaentologist to Find Evidence to Support Their Theory”. Dalam presentasi ini Ali menunjukkan beberapa contoh bagaimana ilmuwan sekuler dapat memiliki pandangan yang berbeda tentang pemahaman fosil dinosaurus yang ditemukan, karena memiliki presuposisi yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa setiap interpretasi memerlukan presuposisi dan sebagai orang Kristen, presuposisi kita adalah Firman Tuhan yang selalu benar dan tidak pernah berubah. Dan kalau kita berpegang pada kebenaran Firman Tuhan dari Kitab Kejadian, maka dinosaurus adalah makhluk darat yang diciptakan di hari ke-6 dan hidup bersama dengan manusia yang diciptakan pada hari yang sama.

Dicky saat menyampaikan presentasinya tentang Creation Ministry Update di Indonesia

Perwakilan dari Answers Academy Indonesia, Dicky Sudrajad menyampaikan presentasi dengan judul “Creation Ministry Update – Impacting Education in Indonesia”. Dalam presentasinya, Dicky menyampaikan latar belakang kehidupan bermasyarakat di Indonesia yang berbentuk pluralisme yang sedikit banyak mempengaruhi pengajaran di gereja-gereja di Indonesia. Dengan adanya paham post-modenisme dan juga pragmatisme yang masuk ke gereja-gereja di Indonesia, menjadikan seringkali didapati umat Kristen tidak memiliki fondasi yang kuat saat menghadapi tantangan dari dunia sekuler, seperti tentang LGBT dan isu-isu lainnya. Dicky menyampaikan bahwa pendidikan yang berlandaskan Biblical Worldview yang benar, harus diajarkan kepada setiap keluarga Kristen, di Sekolah dan Gereja secara simultan. Dengan demikian, generasi muda Kristen akan memiliki fondasi yang kuat dan tidak mengalami dilema dengan pengajaran yang berbeda di dalam keluarga, sekolah dan gereja.

Jpeg
Dicky di samping poster tentang Creation Ministry Update di Indonesia